HEADLINE

Ludya Mirsafa Penemu Media Pembelajaran Tangkel Ion dari Sumbawa Barat

Realitaspost.com, Sumbawa Barat- Ludya Mirsafa, S.Pd.SD guru asal SDN 11 Taliwang, Sumbawa Barat berhasil menjadi pemenang pertama Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena berhasil menemukan media pembelajaran terbaru yang bernama Tangkel Ion.

Lomba Inovasi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi NTB tersebut merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia di bidang peningkatan mutu pendidikan dasar yang bertema Akselerasi Mutu Pendidikan Menuju NTB yang Gemilang.

Saat ditemui awak media di kediamannya, Minggu pagi (29/9), Ludya Mirsafa S.Pd.SD mengatakan bahwa materi ajaran yang disampaikannya tidak berbeda dengan ajaran guru-guru lain. Namun, media pembelajarannya yang berbeda.

“Materi ajaran yang saya sampaikan sama dengan guru lainnya, saya hanya menciptakan media pembelajaran kreatif yang saya namai Tangkel Ion,” ujar guru yang akrap di sapa Ludya.

Ludya menjelaskan, tangkel, artinya batok kelapa, sedangkan ion adalah istilah yang menggambarkan bilangan positif dan negatif. Media pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk belajar sembari bermain. Kegiatan belajar mengajar pun dapat berlangsung dengan lebih menyenangkan dan jauh dari rasa bosan.

‘’Saya melihat rendahnya kemampuan siswa dalam memahami bilangan positif dan negative. Ini mendorong saya untuk membuat sebuah alat pembelajaran yang saya beri nama Tangkel Ion. Tangkel (batok kelapa) memang banyak dan gampang didapatkan disini. Selain itu, saya ingin mengangkat kearifan lokal. Maka, nama tangkel ion yang akhirnya saya pilih,’’ papar Ludya menceritakan awal mula ide pembuatan Tangkel Ion.

Sambungnya, Tangkel Ion merukan media pembelajaran sepintas mirip dengan permainan congklak, di Jawa Barat. Media pembelajaran ini tersusun atas dua deretan tangkel, yang posisinya sejajar satu sama lain. Satu deretnya dikhususkan untuk menampung batu warna hitam (bilangan negatif) dan deretan satunya menampung batu putih (bilangan positif).

Contoh soal: -6 + 4, Ludya menjelaskan, untuk menjawab soal matematika ini siswa memasukkan 6 batu hitam kedalam tangkel khusus bilangan negatif. Kemudian 4 batu putih dimasukkan kedalam tangkel untuk bilangan positif, yang letaknya sejajar dengan deretan batok sebelumnya.

“Maka, bisa dilihat bahwa 2 batu hitam pada deretan tangkel bilangan negative tidak memiliki pasangan. Dengan demikian, jawaban dari soal matematika tersebut adalah – 2,” serunya.

Ludya berharap agar program INOVASI terus dikembangkan di Sumbawa Barat. Kepada rekan sesama guru, dia berpesan agar terus berkreasi dan berinovasi dengan cara mengenali watak siswa, mencari tahu permasalahan di kelas, dan menemukan solusi yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar. Harapannya, semangat Ludya ini juga dapat ditemukan pada guru-guru lain di NTB, dan di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

‘’Saya yakin, berbekal dedikasi, kreatifitas, dan kemampuan untuk berinovasi sumber daya manusia di NTB, dan Indonesia akan lebih mampu menghadapi tantangan global,’’ ungkap Ludya, optimis.’’

0Shares