SUMBAWA

Reakreditasi 2020, Puskesmas Seteluk di Upayakan Naik ‘Pangkat’ ke Madya

Realitaspost.com, Sumbawa Barat– Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (Dikes KSB) berupaya semaksimal mungkin agar tahun 2020 mendatang, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Seteluk pada penilaian reakreditasi naik level akreditasi dari Dasar menjadi Madya atau akreditasi Utama.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas, H.Tuwuh, yang di wawancarai di ruang kerjanya, Selasa (8/10) pagi tadi.

Dikatakannya, persiapan dan dokument reakditasi terus di persiapkan termasuk bangunan gedung yang harus bangun baru karena dampak bencana alam gempa bumi tahun 2018 lalu. Dimana, sambung Kadis Kesehatan bahwa proyek yang menelang anggaran milyaran rupiah itu progres pengerjaannya cukup signifikan.

Begitu juga dengan bangunan Puskesmas Poto Tano. Fasilitas kesehatan yang mendapat ‘selempang’ akreditasi Paripurna itu bangunan gedungnya harus bangun baru karena dampak bencana yang sama.

“Akreditasi Paripurna kita pertahankan dan akreditasi dasar harus naik ke Madya atau juga utama,” ungkapnya.

H.Tuwuh menambahkan, kendati dua bangunan puskesmas di maksud tengah berproses, bukan berarti kualitas dan kuantitas pelayanan medis turun. Semuanya tetap berjalan seperti biasa untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Jika tidak ada aral melintang, tahun ini pengerjaanya rampung. Sehingga, Januari mendatang, aset tersebut bisa di maReakreditasi 2020, Puskesmas Seteluk di Upayakan Naik ‘Pangkat’ ke Madya

Realitaspost.com, Sumbawa Barat– Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (Dikes KSB) berupaya semaksimal mungkin agar tahun 2020 mendatang, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Seteluk pada penilaian reakreditasi naik level akreditasi dari Dasar menjadi Madya atau akreditasi Utama.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas, H.Tuwuh, yang di wawancarai di ruang kerjanya, Selasa (8/10) pagi tadi.

Dikatakannya, persiapan dan dokument reakditasi terus di persiapkan termasuk bangunan gedung yang harus bangun baru karena dampak bencana alam gempa bumi tahun 2018 lalu. Dimana, sambung Kadis Kesehatan bahwa proyek yang menelang anggaran milyaran rupiah itu progres pengerjaannya cukup signifikan.

Begitu juga dengan bangunan Puskesmas Poto Tano. Fasilitas kesehatan yang mendapat ‘selempang’ akreditasi Paripurna itu bangunan gedungnya harus bangun baru karena dampak bencana yang sama.

“Akreditasi Paripurna kita pertahankan dan akreditasi dasar harus naik ke Madya atau juga utama,” ungkapnya.

H.Tuwuh menambahkan, kendati dua bangunan puskesmas di maksud tengah berproses, bukan berarti kualitas dan kuantitas pelayanan medis turun. Semuanya tetap berjalan seperti biasa untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Jika tidak ada aral melintang, tahun ini pengerjaanya rampung. Sehingga, Januari mendatang, aset tersebut bisa di manfaatkan dan di nikmati,” beber H.Tuwuh.

Untuk di ketahui, semua Puskesmas di tanah Pariri Lema Bariri telah terakreditasi. Artinya, mendapat pengakuan dan nilai dari Kemenkes RI bahwa mutu pelayanannya maksimal.

“Kami optimis. Pada penilaian reakreditasi, dua fasilitas kesehatan itu mendapat akreditasi menggembirakan,” terangnya seraya mengatakan bahwa pihaknya terus membekali tenaga pendamping akreditasi Puskesmas. (RLS01)nfaatkan dan di nikmati,” beber H.Tuwuh.

Untuk di ketahui, semua Puskesmas di tanah Pariri Lema Bariri telah terakreditasi. Artinya, mendapat pengakuan dan nilai dari Kemenkes RI bahwa mutu pelayanannya maksimal.

“Kami optimis. Pada penilaian reakreditasi, dua fasilitas kesehatan itu mendapat akreditasi menggembirakan,” terangnya seraya mengatakan bahwa pihaknya terus membekali tenaga pendamping akreditasi Puskesmas. (RLS01)

0Shares

Comment here