SUMBAWA

Program Bariri UMKM Merupakan Upaya Pemda KSB Dalam Meningkatkan Kesejahteraan

realitaspost, Sumbawa Barat – Berbagai upaya Pemerintah Daerah Sumbawa Barat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bertujuan untuk tercapainya kesejahteraan, salah satu upaya tersebut adalah bantuan bariri UMKM.

Program bariri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah bantuan berupa permodalan usaha yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Sumbawa Barat kepada masyarakat penggiat usaha mikro kecil menengah.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Barat, Ir, Amin Sudiono melalui Kepala Bidang Koprasi dan UMKM Firmansyah S.IP kepada media Lensantb, Selasa pagi (8/10), mengatakan bahwa Program ini (Bariri UMKM) merupakan salah satu ikon dari program besar daerah lewat Pemberdayaan Gotong Royong dan dasar hukumnya tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2017.

“Sejauh ini (2019), data yang dihimpun tim peliuk yang ada di 8 kecamatan di KSB, ada sebanyak 5.741 orang penggiat usaha mikro kecil menengah yang telah mendapatkan bantuan Kartu Bariri UMKM,”ujar Firman (nama yang akrab disapa)

Menurut Firman, dalam pelaksanan program Bariri UMKM ada 4 aspek yang perlu diperhatikan yaitu, pertama output (hasil), kedua outcome, ketiga benefit (pengaruh) dan ke empat adalah infact (dampak).

Aspek pertama dan kedua menurut Firman sangat mudah dilihat karena datanya lengkap, jumlah penerima dan besaran anggaran yang telah digelontorkan pada program tersebut sudah jelas dan bisa dicek langsung di Bank.

Untuk aspek ke tiga dan keempat maka untuk mengukurnya diperlukan kajian dan penelitian mendalam, tentu harus dikerjakan dalam waktu yang lama. Misalnya mencari data di pusat statistik, berkoordinasi dengan Bappeda dan melakukan uji sample maka baru diketahui hasilnya.

“Maka dari itulah Disperindak tidak terlalu berani berkomentar banyak tentang aspek pengaruh dan dampak dari program Bariri UMKM tersebut,”resah Kabid yang berpostur tubuh tinggi tersebut.

Firman juga tidak menyangkal bahwa ada problem selama menjalankan program tersebut, menurutnya hal tersebut wajar-wajar saja karena tidak ada yang sempurna. Yang harus diperhatikan adalah niatan dari pemimpin untuk berbuat dan berfikir untuk mensejahterakan masyarakat.

“Programnya jelas dan tindakannya sudah tepat, setidaknya ada 17 M anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah melalui intervensi kebijakan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,”ujarnya.

Sambungnya, mengenai kelanjutan program UMKM ini, Disprindak masih melakukan evaluasi dari 3 tahun terakhir (2017 hingga 2019), hasil evaluasi ini akan menjadi bahan baku untuk pelaporan ke Kepala Daerah.

“program ini merupakan niat Bupati untuk mensejahterakan masyarakatnya, dan program ini juga bertujuan untuk membiasakan masyarakat untuk menabung,”pungkasnya. (RLS01)

0Shares

Comment here