SUMBAWA

Dikes KSB Tangani 10 Kasus Kusta 2019

Realitaspost.com, (Sumbawa Barat) — Sedikitnya 10 kasus penyakit kusta tengah mendapat penanganan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. 10 kasus tersebut banyak terjadi di Kecamatan Taliwang sebanyak 4 (empat) kasus.

Kepala Dinas Kesehatan, H.Tuwuh melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H.M.Yusfi Khalid yang di tanyai media, Rabu (9/10) pagi tadi membenarkan prihal tersebut.

Dikatakannya, setelah Taliwang, Kecamatan Brang Rea dan Jereweh terjadi masing-masing 2 (dua) kasus. Setelah itu Kecamatan Seteluk dan Brang Ene masing-masing 1 (satu) kasus. Kulkulasinya 10 kasus.

Dari 10 kasus tersebut, lanjut Kabid P2P 7 (tujuh) kasus di temukan tahun 2019-berjalan. Sedangkan tiga kasus lainnya itu adalah data tahun 2018 yang masih dalam penanganan. Dari 10 kasus itu, 6 (enam) di antaranya berpotensi menular atau multi baliser. Yang paling parahnya lagi, satu orang dari 10 orang Kusta itu di nyatakan dalam keadaan cacat.

“Soal siapa saja yang mengidap Kusta ini, identitasnya di rahasiakan untuk menjaga privasi dan nama baik keluarga,” bebernya.

Terkait penanganan, para pengidap Kusta tetap mendapat pelayanan medis bahkan mendapat suplay obat gratis dari pemerintah.

“Pada dasarnya, penyakit ini bukan penyakit keturunan. Orang lain kena karena tiga faktor. Yaitu Lama, Erat dan Langsung (LEL) kontak langsung dengan penderita. Misalnya, jika orang tua mengidap Kusta dan ia di pisahkan dari anaknya dalam waktu lama, maka si anak di pastikan tidak akan tertular karena jauh-kembali ke LEL,” paparnya.

Ia menyarankan, agar masyarakat hidup bersih dan sehat. Penyakit kusta cukup berbahaya karena dapat menyerang saraf dan jika akut akan menimbulkan kecacatan fisik.

“Sering-sering konseling dengan petugas kesehatan termasuk menanyakan soal Kusta terlebih mengecek fungsi saraf yang selanjutnya di periksa ke Labolatorium oleh petugas kesehatan,” paparnya.

Masih dari keterangan H.Yusfi, bahwa pihaknya telah melatih petugas kesehatan yang di amanatkan untuk menangani pengidap Kusta.

“Selain memberi pelayanan medis, mereka juga harus mampu menjaga nama pasiennya karena itu paling penting. Jika bocor, maka si oknum pengidap kusta akan menanggung malu keluarga,” pungkasnya.(RLS01)

0Shares

Comment here