SUMBAWA

Wabup KSB Minta OPD Untuk Menuntaskan Hutangnya

Realitaspost, Sumbawa Barat — Saat penggelaran acara penandatanganan surat kuasa khusus (SKK) terkait penindakan lebih lanjut penyelesaian kerugian negara/daerah lingkup Pemda KSB, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST meminta 9 Dinas yang ada untuk segera menuntaskan tunggakannya.

“Hingga saat ini, masih ada sembilan Dinas yang belum menuntaskan tunggakannya,” ungkap Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST.

Fud-akrabnya disapa, berharap pada akhir Desember 2019 tunggakan dinas tersebut harus sudah terselesaikan semua, Karena kalau sudah lewat dari batas itu Bupati dan Wakil Bupati sudah tidak bisa membantu lagi.

“Terkadang dengan anggaran yang besar kita menjadi lalai dalam penggunaannya, maka dari itu kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan anggaran,” jelasnya.

Selain itu, Wabup juga meminta kepada Kejari Sumbawa Barat untuk menagih khusus kepada Individu maupun OPD yang berhutang baik yang masih aktif maupun sudah pensiun didalam pemerintahan KSB.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Abdul Aziz, SH., MH mengingatkan kepada Kepala OPD dan bendahara bahwa ada tanggung jawab tata kelola barang milik daerah yang harus diperhatikan. Mengapa harus dikelola dengan baik.

“Setiap tahun anggaran di audit oleh BPK dan harus ditindak lanjuti bila ada temuan.” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bagi yang belum bisa menyelesaikan di Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) maka diminta bantuan Kejaksaan agar membantu menangihkan kerugian negara supaya bisa segera dikembalikan.

Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) difungsikan untuk membantu Desa dan Dinas yang mempunyai permasalahan terkait kerugian negara maupun daerah.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Nusirwan Sahrul SH., MH menjelaskan kerugian keuangan negara disebabkan oleh kelalaian maupun adanya kesengajaan yang melawan hukum dari oknum-oknum terkait.

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan BPK terkait pengembalian kerugian Negara.” pungkasnya. (RLS01).

0Shares