HEADLINESUMBAWA

Unik, Peringatan Harlah ke-16 KSB Tonjolkan Seni Budaya Samawa

Realitaspost, Sumbawa Barat — Rabu tanggal 20 November 2019, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) genap berusia 16 tahun. Perayaan hari lahir (harlah) ke-16 KSB hasil pemekaran dari Kabupaten SUmbawa pada tahun 2019 ini terlihat unik. Acara peringatan harlah yang dirangkaikan dengan Festival Taliwang 2019 ini berbeda dari biasanya, mulai dari tempat hingga acara di dalamnya.

Jika pada peringatan Harlah ke-15 dipusatkan di Lapangan Graha Fitrah Komplek Perkantoran Pemda, peringatan Harlah ke-16 digelar di Sirkuit Barapan Kebo ‘’Bentiu’’ Lingkungan Kota Baru, Kelurahan Dalam, Taliwang, Rabu pagi (20/11/19).

Pada Harlah ke-16 KSB ini, tidak ada upacara bendera atau penghormatan pada lambang pataka KSB. Acara benar-benar menonjolkan budaya tana Samawa. Mulai dari tempat/panggung khas bangunan Sumbawa dan ornamen-ornamen lainnya yang terbuat dari bambu beratap pelepah kelapa. Seluruh peserta/hadirin diwajibkan menggunakan pakaian adat.

Hingga acara yang diisi dengan tarian-tarian yang menggambarkan budaya dan aktivitas masyarakat KSB seperti Barapan Kebo, bertani dan lainnya yang dibungkus dengan tema Tarian Lumpur Taliwang. Para akdemisi/seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Budayawan dan Seniman KSB bersinergi untuk menggarap tarian yang melibatkan 200-an orang dari muda-mudi KSB.

Tarian yang dipersembahkan pun mendapat perhatian dan decak kagum ribuan tamu undangan dan masyarakat KSB yang hadir menyaksikan peringatan Harlah. Termasuk dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fahrullah, S.H., M.H. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Rizki Fauziah. Rektor ISI Surakarta, para perwakilan Kepala Daerah se-NTB. Mantan Wakil Bupati KSB Mala Rahman, Anggota Forkopimda KSB, Pimpinan PT. AMNT Mardian Syahdianto, Direktur Korindo, Pimpinan OPD, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-KSB serta tamu kehormatan lainnya.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menerima bantuan senilai Rp. 5 miliar dari Pimpinan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, Bapak Mardian Syahdianto. Bantuan diperuntukkan sebagai penguatan kelembagaan Program Darah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, tema Harlah ke-16 KSB adalah Bangkit, Bersinergi dan Berbudaya. Usia 16 tahun bukanlah usia mapan atau usia belia. Ibarat manusia usia ini adalah usia transisi ke alam kedewasaan.

“Karena alasan ini pula spirit manusia KSB harus diperkuat dan dikembalikan ke akar budayanya sehingga tetap tangguh dan lebih dewasa dalam menghadapi tantangan era melenial yang sangat kompleks.” kata Bupati

Bupati pun mengingatkan rakyat KSB dengan pesan orang tua terdahulu, yakni lagi ujan barat siwa, lamen salah si panyomo, mu kenang bajarep no kawan. mana si ka adal subuh, lamen iya mo panyomo, mu kenang maning kawan si.

Artinya walaupun hujan lebat membawa air melimpah ruah, tetapi kalau pengelolaan tidak baik dan benar maka untuk cuci muka saja tidak mencukupi. Sebaliknya walaupun tetesan embun di dini hari airnya sangat sedikit tetapi kalau pengelolaannya baik dan benar maka untuk mandi pun bisa cukup.

‘’Itulah sebetulnya di antara saripati budaya yang membimbing kita untuk senantiasa bersyukur dan selalu bersyukur, kemudian bekerja dengan mengedepankan mental Ikhlas, Jujur, dan Sungguh-Sungguh, untuk bersama-sama, bergotong-royong, kerja bersama atau bersinergi membangun Sumbawa Barat,” kata Bupati.

Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansya, S.E., M.Sc dalam sambutannya mengatakan, tidak ada daerah bahkan negara yang masyarakatnya bisa mencicipi kesejahteraan, jika produk yang dijual masih berupa bahan mentah.

“Untuk sejahtera produk yang kita miliki harus diolah duluh menjadi barang jadi dan bernilai jual tinggi baru kemudian dipasarkan.” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, gubernur menambahkan, apresiasi patut diberikan kepada pemerintah kabupaten sumbawa barat, karena kini sepirit kemajuan telah nampak di KSB, karena dengan sinergitas semua pihak termasuk dengan PT. AMNT, bahan mentah di KSB akan dikelola di tempat atau di KSB sendiri, yakni dengan akan dibangunnya Smelter. Tentunya spirit itu harus dijawab dengan penyediaan Sumber Daya Manusia yang memadai agar masyarakat KSB tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

‘’Karenanya kita harus sambut investor dengan karpet merah, tidak boleh ada Gubernur, Bupati/Walikota, Camat apalagi Kades mempersulit investor, jika memang membuka lapangan pekerjaan maka kita harus permudah memberi izin, jangan dipersulit. Polisi, TNI, dan Kejaksaan bertugas membantu menjamin keamanan dan kenyamanan investor demi kemajuan daerah,” katanya.

Sementara, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fahrullah, S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan, KSB telah tumbuh seperti gadis cantik yang membuat banyak orang jatuh cinta.

Sambungnya, Menggarisbawahi yang disampaikan Bupati dan Gubernur terkait sinergitas, Mendagri sangat konsen dengan pemerintahan yang sinergis, yakni yang seluruh unsurnya bergandeng tangan.

Seluruh elemen pemerintah bersama dunia usaha dan masyarakat bergandeng tangan membangun daerah. Harus diingat, bahwa orientasi penyelenggaraan pemerintah adalah mensejahterakan rakyat dan membahagiakan masyarakat.

‘’Saya mengucapkan selamat hari lahir kepada Kabupaten Sumbawa Barat semoga semakin maju kedepannya,” kata Dirjen. (RLS01/Humas)

0Shares